3 Langkah Webdesigning

Posted in Uncategorized on June 19, 2008 by mayoa1986

3 Langkah Webdesigning

Tulisan ini saya share dari rekan kita Bli Alpha, mengenai beberapa tahapan teknik webdesigning. Sebenarnya tulisan ini pas nya buat rekan-rekan yang sudah mau menginjak tingkat pemula. Sebagian dari isi tulisan ini bisa anda pakai praktik di MP anda. Semoga berhasil.

Sebagai web desainer, tentunya Anda harus tahu dahulu teknik-teknik dasar dalam mendesain suatu website. Berbagai macam desain website yang tentunya menarik, cantik, apik dan lain sebagainya dibuat berdasarkan 3 (tiga) teori dibawah ini yaitu:

Teknik disain es (ice design technic)

Teknik disain air (water design technic)

Teknik disain jelly (jelly design technic)
Teknik desain es
Dari namanya “es” berarti adalah suatu zat beku yang solid dan telah dibentuk sesuai dengan keinginan pembuatnya. Dalam dunia web, ini berarti desain tampilan homepage atau website Anda sifatnya adalah fixed sized. Artinya adalah ukuran elemen-elemen webnya telah ditetapkan oleh web desainernya. Contoh:

Di atas adalah contoh suatu tag TABLE (untuk pembuatan tabel) yang sudah di-set fix lebarnya sebesar 770 pixel. Penggunaan satuan pixel menyebabkan tampilan tabel akan menjadi “mati” atau bersifat tidak proporsional, pada hal ini ada beberapa kekurangan yaitu:

– Jika sesuai pada contoh di atas lebar tabel adalah 770 pixel dan resolusi yang digunakan browser adalah 640×480, maka akan terjadi scrolling pada browser. Ini tentu saja akan mengganggu navigasi dan tampilan.
– Dengan lebar 770 pixel berarti tampilan akan terlihat rapi bila browser menggunakan minimal resolusi 800×600.
– Kadang harus disesuaikan dahulu dengan content yang ada dalam web agar terlihat lebih rapi.

Kelebihan teknik ini adalah:

– Cara ini mudah diterapkan, karena tidak perlu membandingkan antara desain dan tampilan, jadi tidak perlu bolak-balik mengetest hasilnya antara HTML editor dan browser.

Teknik desain air
Ibaratnya suatu zat cair akan berubah bentuk sesuai dengan wadahnya. Dalam web ini berarti desain website Anda akan bersifat fleksibel sekali. Contoh teknik ini adalah ditandai dengan penggunaan angka persentase pada sebagian elemen tag website Anda.

Contoh:

Contoh di atas adalah contoh tag TABLE (dalam pembuatan tabel) yang akan mengalokasikan lebar tabel sebesar 70% dari lebar browser yang digunakan saat itu.

Hal tersebut juga mengandung kelebihan dan kekurangan yaitu:

Kekurangan:

– Anda akan menemui kesulitan dalam proses bolak-balik mengetest hasilnya antara HTML editor dan browser. Hal ini disebabkan Anda harus mencoba range persentase dan tampilan browser dan resolusi layar.

Kelebihan:
– Hasil desain website akan terlihat bagus walau Anda menggunakan resolusi layar berapapun. Ini disebabkan kemudahan dan fleksibilitas teknik air. Tentu saja ini juga harus disesuaikan dengan jenis content dari website Anda.

Teknik desain jelly
Teknik ini adalah gabungan dari kedua teknik diatas, air dan es. Jelly adalah sebuah substansi yang tidak bisa dibilang cair atau dibilang padat. Jika Anda pernah menemui produk makanan jelly ini dipasaran Anda akan melihat bahwa jelly ini kelihatan unik sekali baik bentuk ataupun rasa.

Contoh:

Pada contoh di atas adalah suatu tag TABLE (untuk pembuatan suatu tabel) dimana tag TABLE ini memiliki beberapa elemen yaitu WIDTH (untuk mengatur lebar tabel) dan HEIGHT (untuk mengatur tinggi tabel). Pada contoh di atas diberi contoh pada saat pengaturan elemen WIDTH digunakan fixed size sebesar 770 pixel tetapi untuk elemen HEIGHT nya di set proporsional yaitu sebesar 100% dari tinggi browser saat itu.

Untuk teknik jelly Anda harus butuh tenaga ekstra karena kelebihan dikedua teknik di atas digabung menjadi satu dan kelemahannya juga digabung tetapi hasilnya akan luar biasa sekali bagusnya.

Bagaimana Belajar Yang Efektif Itu ??

Posted in Uncategorized on April 14, 2008 by mayoa1986

1. Setelah ngenali masalah yang bikin kita be-te belajar, sekarang kita boleh buka buku. Tapi sebelum itu, ada baiknya kita baca tips berikut ini. Supaya belajar kita tambah nyaman dan nggak bikin be-te tentunya. 1. Bikin body se-fresh mungkin, dengan gitu membuat pikiran kita juga lebih fresh. Mandi, adalah salah satu caranya.

2. Cari suasana yang paling nyaman Bisa di taman, di tempat sunyi (asal jangan keterusan ngelonjor, ngelamun jorok or tidur). Biasanya juga memutar musik yang ngebantu kita merasa betah dan comfortable. Bersihin dan rapiin tuh kamar, ini membantu lebih berkonsentrasi.

3. Buat catatan-catatan kecil terhadap apa yang kamu temuin. Ini akan membantu mengingat dan sekaligus memudahkan bila mengulang lagi, kaga perlu membaca seluruh isinya, cukup point-point-nya saja yang telah kamu buat. Praktis khan? Mungkin juga ada hal-hal yang kaga dimengerti atau pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat membaca, dengan catatan itu bisa kamu tanyain ama temen atau guru tanpa harus menyimpannya di memori kamu. Hemat lah penggunaan memori kamu, save energy.

4. Susunlah hubungan-hubungan yang terjadi Dari catatan-catatan kecil tersebut, susunlah hubungan antara catatan-catatan tersebut. Buatlah semacam kerangka yang menjelaskan dari awal dan akhir. Ini membantu untuk mengerti apa yang sebenarnya atau memahami pelajaran yang dipelajari, dengan demikian otak kamu terlatih untuk menganalisis sebuah permasalahan dan menemukan bagaimana mengatasinya. Berbeda dengan sekedar menghapal, tanpa tahu apa yang sebenarnya, ini tidak akan berlangsung lama dan sebelum kamu selesai menghapal seluruhnya, hapalan yang pertama sudah lupa lagi. sekali lagi hematlah penggunaan memori kamu, karena memori kamu bukan hardisk. Agak lama memang, tetapi akan lebih menarik dan sekali mengerti tidak mudah untuk lupa karena yang diingat memori kamu adalah hasil pemahaman otak bukan tulisan-tulisan di buku.

5. Hindari SKS (Sistim Kebut Semalam) Ini akan membuat badan kamu jadi meriang dan sakit. Otak manusia itu punya batas. Kaga bisa dipaksain untuk bekerja terus-menerus dan sekaligus. Kenapa? Karena otak dirancang untuk bekerja efisien, apabila ada pemahaman baru, maka pemahaman yang lama akan dihapus dan diganti pemahaman yang baru. Pemahaman yang kita peroleh sifatnya bertahap yang semakin lama akan semakin bagus. Ini yang disebut kemampuan belajar. Contohnya kita belajar 10 bab, apabila dipaksaain sepuluh bab dipelajari seluruhnya. Otak kita akan berusaha memasukkan 10 pemahaman. Kalau kaga cukup, jadinya akan kacau, tumpang tindih kaga karuan. Tetapi kalau bertahap, setelah kita baca 2 bab misalnya, pemahaman kita pada bab satu akan diperbaharui dengan pemahaman setelah kita baca bab 1 dan bab 2, demikian seterusnya sehingga setelah 10 bab, otak kita akan menyimpan sebuah pemahaman tentang 10 bab sebagai satu kesatuan, bukan 10 pemahaman.

6. Istirahat Otak kita butuh istirahat, kalau sudah jenuh, istirahat beberapa saat untuk mengendurkan otot termasuk mata. Setelah itu baru mulai lagi. Dengan begitu engga terasa otak kita akan bertahan cukup lama untuk belajar.

7. Kesimpulan Buatlah kesimpulan pada setiap akhir kegiatan belajar. Dengan demikian kamu akan mendapatkan inti dari keseluruhan apa yang telah dipelajari.

8. Belajar Kontinyu Biasakanlah menganggap belajar sebuah kebutuhan, seperti makan, tidur, nge-game dsb. Disamping jadi smart, hal ini akan melatih otak untuk kritis dan cepat memahami hal-hal baru. Jadi engga ada istilah telmi, malu-maluin.

(sumber. rajaraja.com)

August 2017
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
  • Archives

  • Meta